Latest Post

Lunatik,..ternyata yg dipakai marketing itu lunatik....

Written By Ariearmend on Friday, September 23, 2011 | 6:33 PM

pernah gw kasih tau sebelumnya kan kalo beberapa hari yang lalu ada marketing yg dateng kekantor gw... kita ngobrol2.. dan pas gw liat jam tangannya..(karena gw suka jam tangan-red) bentuknya beda, agak mirip kayag model NIKE2 gitu... kotak agak gede tapi keren... trus gw tanya, itu mereknya apa?




dia bilang.. ini ipod generasi ke 6 yang dipakein brasband...(yah, pokoknya kedengarannya kayag gitu lah..hahaha) tanya tanya tanya... akhirnya penasaran pas pulang sampe rumah gw brosing2... dengan kata pencarian "ipod bisa jadi jam" gw dapet beberapa link, yang kemudian menuntun gw untuk masuk kebeberapa link lagi... setelah sekian menin mencari2.. akhirnya dapet juga apa yg gw liat tadi siang... ternyata ini dia sodara2... hahaha






jadi jam tangan keren... yang bikin air liur gw terus netes...hahahaha (lebay ababil dah aahhh gw..)
yah, kalo mau beli, harus nyimpen2 duit dulu... mudah2an besok2 ada kerjaan sampingan.. biar bisa cepet beli wkwkwkwkwkwkwk aminnnn... :)

test gambar gif disini...

gw pengen tau, kalo kita masukin file gif di sini bisa beranimasi gak yah kira2??? iseng aja.. lucu juga kalo bisa ... hahahaha maklum masih agak kuoper wkwkwkwkw





gw suka ngedesain PART01

yup. gw suka ngedesain... dan diwaktu senggang, gw suka ngedesain kaos... hahahaha sebenernya ngga hanya kaos.. gw juga suka ngedesain rumah.. bangunan atau jaket.. weks! dari bangunan ke jaket?? apa hubungannya...wkwkwkwkwkwk but, any wey... ini beberapa desain gw yg... yah, iseng2 gw posting buat ngerame2in blog gw yang mulai gw ramein lagi...hahaha... enjoy, kali aja ada manfaatnya... :P









Menunggu Saat Bintang Jatuh - by lupa siapa yg nulis... maap

gw gak tau siapa yg nulis, cerita ini dah ada lama di laptop gw.. lumayan buat iseng2 baca pas lagi nunggu atau lagi bete sendirian... :p enjoy

Menunggu Saat Bintang Jatuh
LANGIT indah bertabur temaram bintang malam ini. Sang dewi malam dengan anggun menebar senyumnya yang merekah. Seperti bibir bidadari surga. Lama rasanya aku melupakan atap dunia itu. Aku terlalu sibuk berada di bumi hingga tak sempat menengok langit. Bintang, benda langit itu berkerlap-kerlip seakan
menggodaku. Bagai tangan malaikat yang melambai agar aku menghampirinya. Ia mengingatkanku pada mitos bintang jatuh.

Kata orang, bintang jatuh dapat mengabulkan permintaan manusia. Benarkah? Jika iya, aku rela menunggu benda langit itu tertarik gravitasi bumi, meski harus menantinya tiap malam, hanya untuk satu permintaan. Ah, kenapa pula aku jadi seperti bocah. Mana mungkin benda langit yang tak mampu melawan takdir untuk dirinya sendiri tersebut mampu mengabulkan keinginan makhuk lain?

Seandainya bintang jatuh mampu mengabulkan keinginan, pasti dia akan meminta sendiri kepada Tuhan agar kontraknya di atap dunia diperpanjang. Buktinya, ia memilih menuruti kehendak alam.

Sayang, saat ini, aku yang sedang sentimentil merasa bintang yang menggoda itu seakan seperti pantulan cermin atas diriku sendiri. Awalnya begitu indah, tinggi di awang-awang namun tak terjamah, jauh, dan jika Tuhan menghendakinya jatuh, ia tak mampu melawan.

Aku terlahir sebagai bocah desa biasa, anak buruh tani. Kedua orang tuaku tak lulus SD, begitu juga kedua kakak perempuanku. Mereka menikah di usia yang masih sangat belia, menjadi ibu rumah tangga, mengurusi anak, suami, dan dapur.

Status yang menurutku benar-benar rendah dan aku tak mau seperti mereka. Adalah Pak Ahmad, kepala desaku yang menjadi kepanjangan tangan Tuhan mengubah seluruh duniaku. Beliau mengangkatku menjadi anak asuhnya sejak aku SD karena terkesan dengan prestasi belajarku saat aku menjadi juara 1 lomba cerdas cermat se-kecamatan.

Sejak saat itu, beliau menanggung semua biaya pendidikan, termasuk semua keperluanku. Aku tak pernah kekurangan apa pun. Semua yang aku mau, sekarang aku minta, esok pagi saat aku baru membuka mata, pasti aku telah mendapatkannya. Aku cantik, setidaknya aku primadona desa. Aku juga sudah memiliki belahan hati yang telah kuyakini adalah jodohku. Laki-laki tersebut bernama Awan. Itu yang dulu aku namai keberuntungan.

Aku menikmati semua anugerah Tuhan tersebut. Tapi, saat ini tidak demikian, aku berharap ada bintang jatuh, berharap mitos tentangnya benar. Satu keinginan yang ingin aku minta adalah aku tak ingin jadi diriku sekarang. Aku ingin menjadi Sekar, gadis desa anak Pak Kardi dan Ibu Karmi, buruh tani yang tak lulus SD. Aku ingin seperti Mbak Gendis dan Mbak Elok.

Semua masih biasa saja sampai kemarin, namun sebuah kejadian tadi siang benar-benar menjungkir balik duniaku. Seharusnya, siang ini menjadi saat paling indah dalam hidupku. Sebulan yang lalu, Awan mengungkapkan niat untuk melamarku dan aku setuju. Aku telah merangkai jutaan angan tentang masa depan kami, tentang rumah mungil yang hangat. Tentang bayi-bayi lucu yang kelak menjadi calon profesor.

Sebuah hal yang tak aku duga, ternyata, merusak segalanya. Kedatangan Awan hari ini tak kunyana tak mendapatkan sambutan baik dari bapak angkatku. Beliau menolak mentah-mentah niat Awan untuk meminangku. Bahkan, beliau bersumpah tidak akan menyetujui hubungan kami sampai kapan pun. Aku tak pernah melihat bapak semarah itu, tidak sama sekali sejak 11 tahun aku mengenal beliau.

Tapi, hari ini malaikat itu berubah menjadi monster paling menakutkan. Semua tak seperti kemarin lagi. Dunia tak lagi indah bagiku, meski langit sedang berpesta di atas sana. Hatiku terasa jauh lebih sakit saat tadi sore, setelah bencana itu, aku pulang ke rumah orang tua kandungku. Aku menceritakan semuanya, namun tak memperoleh pembelaan di sana. Di rumah orang tua yang telah melahirkanku.

Kamu sudah dewasa, kamu sudah jadi wong pinter nduk, dan semua itu karena jasa Pak Ahmad, bapak angkatmu. Jangan jadi anak durhaka Sekar, mintalah maaf kepadanya dan turuti apa yang beliau minta. Hatiku sakit mendengar kalimat itu, ringan keluar dari bibir ibu, wanita yang mengandung dan melahirkanku. Meski tanpa melihat wajah beliau, aku tahu tak ada beban dari nada suaranya. Ah ibu, apa benar tak ada lagi cintamu untukku?

Langit masih bertabur bintang di atas sana, masih menyiratkan keindahan alam awang-awang nun tak terjamah. Angin malam mulai membuatku menggigil. Aku baru sadar, aku tidak sedang di rumah Pak Kepala Desa yang megah dan hangat. Namun, aku sedang meringkuk di sudut balai desa tak berdinding, tanpa alas, dan tanpa teman.

Aku tak tau apakah bapak angkatku saat ini sedang sibuk mencariku atau hanya diam di rumah menungguku pulang sendiri. Meminta maaf kepadanya, lalu dengan santun mengatakan bahwa aku akan ikhlas menerima apa pun yang beliau mau.

Baru kali ini aku tahu betapa berharga sebuah kemerdekaan dan kebebasan menentukan pilihan sendiri. Andai aku bisa, aku ingin kembali ke masa lalu, aku tak ingin mengenal seseorang yang pernah aku anggap malaikat itu. Tak apalah aku hanya menjadi gadis desa yang bodoh, seperti yang lain, hidup bersama Awan.

Awan, mengingatnya kembali membuat dadaku sesak. Aku bodoh, aku lemah, dan aku tak mampu melawan. Kuintip lagi langit yang tampak jelas dari tempatku menyudut, tetap semarak meski sangat sepi. Pasti sudah lewat dini hari, kelengangan meraja.

****

Silau mentari menerpa wajahku, aku menyipitkan mata karenanya. Hari sudah terang. Aku tersentak kaget saat menyadari ada seseorang di dekatku. Bapak? Bagaimana bisa orang yang kuhujat semalaman itu tiba-tiba duduk di dekatku. Sebuah sarung kotak-kotak warna hijau menyelimuti tubuhku.

Aku kenal betul benda itu, sarung yang sengaja aku beli untuk Bapak saat aku liburan ke Jogja dulu. Bapak selalu mengenakannya. Air mataku meleleh melihat malaikat itu tertidur dalam posisi duduk. Pastilah tulang-tulang tua tersebut memberinya rasa pegal dan sakit yang menyiksa. Tiba-tiba aku merasa sangat berdosa kepadanya. Bapak, maafkan aku.

Jangan menangis cah ayu,...jangan cengeng.. Rupanya, isak tangisku mengusik tidur beliau. Tangan tuanya yang keriput mengusap air mata di pipiku. Aku makin tersedu.

Bapak tahu kamu sangat marah sama Bapak karena kejadian kemarin.... Suara datar penuh wibawa itu terdengar sangat halus.

Bapak tak akan melarangmu menikah dengan siapa pun. Kamu bebas memilih, kamu telah dewasa, bahkan sebentar lagi kamu akan sah jadi sarjana, yang pertama dan satu-satunya di desa ini. Tapi, jangan dengan anak bajingan itu, sampai mati pun bapak tak rela.. Aku memilih diam, aku hanya terisak dan semakin terisak. Aku pasrah saja saat bapak angkatku itu menuntunku pulang.

****

Seminggu sudah bencana itu berlalu, aku memilih patuh kepada Bapak. Sudah seminggu pula, aku menghabiskan malam tanpa menutup mata. Berdiam diri di balkon kamarku sambil menatap langit berharap dapat menemukan bintang jatuh. Malam ini, kupastikan tak ada bintang jatuh, hujan sudah mengguyur bumi mulai sore tadi. Tapi, aku tetap seperti hari-hari sebelumnya.

Nduk Sekar, dipanggil Bapak, suara Mbok Jah terdengar dari balik pintu kamarku.

Ya Mbok, terima kasih, jawabku acuh tanpa membuka pintu

Nduk, dipanggil Bapak, Mbok jah mengulangi panggilannya.

Iya..iya.., bentar!!! sambil membuka pintu kubentak wanita sepuh itu.

Maaf nduk, tapi Bapak sedang sakit. Beliau ingin bertemu dengan Nduk Sekar.

Sakit? Sakit apa? Sejak kapan Mbok? Sepertinya, kemarin-kemarin aku melihat Bapak sehat-sehat saja? aku menghujani pertanyaan kepada Mbok Jah sambil melangkah menuju kamar Bapak. Pintu kamar itu terbuka sebagian, dari luar aku sudah dapat melihat wajah Bapak. Pucat dan lemah.

Bapak kenapa?? Bapak.... aku menjerit histeris sambil memegangi tangan Bapak.

Jangan menikah dengan anak Surya, Sekar. Berjanjilah pada Bapakmu ini,....berjanjilah, suara itu samar, hampir tak terdengar tapi sangat menghujam jantungku. Refleks aku mengangguk.

Aku berjajni Bapak, aku berjanji,....

****

Hari ini aku terpaku menatap gundukan tanah yang masih basah. Semerbak bau kembang terbawa angin bersama debu dan daun kering. Di bawah sana, malaikat sekaligus monster itu terbaring untuk selamanya meninggalkan janji yang sangat berat di pundakku.

Di seberang sana, aku melihat sosok yang sangat aku kenal. Awan terpaku di bawah pohon kamboja. Seakan memintaku untuk mendekatinya. Aku ingin berlari ke arahnya menumpahkan kerinduanku. Tapi, janji yang aku ucap semalam kepada jasad yang tertidur di bawah nisan ini merantai kakiku. Aku memilih untuk meninggalkan tempat itu, tanpa menegur atau sekadar membalas tatapannya.

Nyawaku tak utuh lagi. Mungkin pergi bersama Bapak atau tinggal bersama Awan yang masih terpaku di bawah pohon kamboja. Janji adalah utang. Kepada beliau, aku tak hanya utang janji, tapi juga utang budi. Selalu ada harga yang harus dibayar untuk segala sesuatu, meski untuk sebutir pasir sekalipun. Jika itu harga yang harus aku bayar, akan aku lakukan. Aku memang tak yakin bisa hidup tanpa Awan.

Tapi, aku telah memilih untuk menepati janjiku kepada Bapak. Biarlah takdir sendiri yang menentukan jalan kami. Seperti bintang yang patuh untuk turun ke bumi saat Sang Mahakuasa menghendakinya demikian.

Dendamlah yang membuat Bapak sangat membenci Pak Surya, orang tua Awan. Bapak sangat meyakini bahwa kematian istri dan putri tunggalnya, Mbak Lastri, adalah karena teluh yang dikirim Pak Surya yang kala itu kalah pemilihan kepala desa.

Bapak sangat meyakini itu benar. Meski diagnosis dokter mengatakan bahwa mereka meninggal karena DBD. Saat itu, memang desa ini sedang diserang wabah DBD. Namun, karena kejadian tersebut hanya berselang satu hari setelah kemenangan Bapak, beliau meyakini ada kekuatan lain yang merenggut nyawa dua orang keluarganya itu hingga meninggal secara bersamaan.

Ketika Malaikat dan Iblis Menjadi bosan Part : 4


Ketika Malaikat dan Iblis Menjadi Bosan
by Ariearmend


Setelah membereskan segala sesuatunya dengan sangat cepat, Alexa keluar menuju Honda Civic nya.  Sebuah suara halus dari jarak yang tidak terlalu jauh terdengar olehnya, suara yang sangat dikenalnya. Sebelum sebuah hantaman keras ke dada sebelah kirinya, membuatnya terdorong dengan keras kebelakang, tas Samsonite
yang sebelumnya digenggam ditangan kiri terlepas dalam hempasan.  refleksnya bergerak, dalam momentum hempasan, tangan kanannya meraih glock yang terselip di holster yang dia ikatkan disabuk bagian belakang celana jeans lusuhnya. Sedangkan tangan kirinya membuat posisi menahan hempasan jatuh. Sebuah gerakan profesional yang hanya dapat dilakukan oleh seorang agen lapangan yang sangat terlatih seperti dirinya. Dalam hitungan detik tubuhnya menyentuh tanah, ditopang tangan kiri nya untuk menahan benturan fatal pada kepala dengan tangan kanan yang sudah mengarahkan pistolnya kearah sumber suara sebelumnya.
Alexa melepaskan dua tembakan kearah sumber suara tersebut, terdengar suara teriakan kecil yang diikuti dengan suara tubuh terjatuh, kemudian langsung diikuti dengan suara rentetan peluru kearah dirinya dengan membabi buta.
Alexa menghindari hantaman peluru-peluru tadi dengan berguling kebelakang, diraihnya tas hitam yang sebelumnya terlempar dari tangan kirinya. Sekilas dia masih sempat memeriksa dada kirinya yang dihantam peluru beberapa saat yang lalu, rasa nyeri didadanya dia abaikan, pikirannya mengkalkulasi setiap kejadian, dengan jumlah peluru yang dia bawa saat ini dan jenis senjata yang dia bawa, serta dari rentetan peluru yang terus mengejarnya, dapat dipastikan ada lebih dari tiga orang dan mereka mempergunakan persenjataan buru sergap yang lengkap. Dan didunia nyata, senjata buru sergap otomatis dengan tingkat akurasi sebuah laras panjang, bukan lawan yang sebanding dengan sebuah glock standar dengan satu magazine ekstra berjumlah sepuluh butir peluru. Dalam film-film mungkin jagoan akan menang dengan adegan-adegan super keren dan gerakan-gerakan super mustahil, yang tentu saja semua itu hanya dapat dilakukan seseorang dalam sebuah film. Tapi ini bukan film, teriaknya dengan sangat keras didalam hatinya. Menyesal dengan sangat, karena beberapa senjata semi otomatisnya baru saja dia simpan karena pertimbangan "ketidakperluan"  dan sekarang pertimbangan tersebut membuatnya terpojok dalam situasi yang seharusnya tidak perlu terjadi. Dalam hitungan detik rentetan peluru tersebut terus mengejarnya tanpa ampun, dan perlindungan diluar bangunan rumah ini tidak dapat diandalkan, dengan gerakan terlatih, Alexa melompat masuk kembali kedalam rumah melalui jendela terdekat yang berada didekatnya, pecahan kaca dan kayu saling berhamburan saling berebut untuk mengeluarkan suara gaduh diikuti benturan tubuhnya dengan lantai kayu yang terdapat diruangan tengah. suara rentetan peluru terus mengejarnya kedalam ruangan. sesaat suara tersebut terhenti, tetapi Alexa tidak memiliki waktu banyak memikirkan hal tersebut. Diraihnya extra magazine yang ada ditas hitamnya, dilempar tas tersebut kesudut seberang kamar dari posisinya berada, sedang kan dirinya menyelinap dengan cepat kearah ruang penyimpanan senjata. Dengan langkah cepat, dia menuruni tangga turun masuk kedalam ruang tersebut. Batinnya bertanya, bagaimana orang-orang ini dapat menemukan posisinya.. pintu masuk tersebut terbuka, dan dia menyelinap dengan cepat, menutup ruangan tersebut kemudian melangkah ke arah senjata otomatis terdekat yang berada dari tempatnya. mengambil beberapa magazin peluru, menyelipkannya kedalam kantong jaketnya dan bergerak dengan cepat kearah pintu tempatnya tadi masuk, karena untuk masuk kedalam ruangan ini hanya dapat dilalui dari pintu tersebut. Dan ruangan ini berfungsi juga sebagai bunker. Dibukanya pintu masuk tersebut dengan perlahan, dari jarak tersebut, dia dapat mendengar suara langkah-langkah perlahan para pengejarnya yang sedang mencari keberadan dirinya. Perlahan Alexa menaiki anak tangga satu persatu keatas dengan sangat perlahan tanpa mengeluarkan sedikit pun suara. Setelah menggapai tangga tertinggi, dia kenakan sensor pendeteksi panas tubuh yang dia selipkan di pinggang belakang celana jeans nya, merekatkan perlahan seperti kacamata dengan lensa sedikit lebih tebal dan rangkanya yang juga berfungsi sebagai alat pencitraan dan baterai yang dapat memberikan energi selama kurang lebih 8 jam pemakaian nonstop. Pada pandangannya, dapat dia lihat empat orang sedang bergerap perlahan dengan senjata siap terarah pada sasaran dengan posisi tempur yang sempurna. Dari tampilan pandangan ini Alexa tidak berani mengambil resiko konyol dengan menyerbu mereka secara sembarangan, dia mungkin dapat membunuh satu atau dua dari para penyerangnya, akan tetapi kemungkinan dia juga terbunuh juga besar oleh penyerang ke tiga atau ke empat.
Akan tetapi mereka harus secepatnya dihabisi, atau dirinya yang akan habis oleh para penyerangnya itu. Melalui sensor penanda panas tubuh, dia dapat memperkirakan jarak para penyerangnya, dan yang terdekat saat ini berada diruang sebelah, yang artinya berada diluar kamar. Perlahan Alexa mendorong pintu masuk rahasia, melangkah dengan sangat perlahan keluar dari lemari walking closet, mengarahkan (senjata semi otomatisnya) kesasaran terdekat yang sudah terpasang alat peredam ketika dia mempersiapkan untuk dibawa, ketika masih berada diruang penyimpanan tadi. Mengokang perlahan, dan melepaskan tembakan dalam posisi berdiri dengan kedua lututnya kearah kepala. Tembok kamar pembatas yang terbuat dari panel gypsum tersebut dipastikan tidak dapat menahan terjangan peluru yang berputar berusaha menembusnya. Sedetik setelah melepaskan tembakan, dia berputar dan berguling pindah ke sisi lain dalam ruangan kamar, mengambil posisi jongkok dengan senjata mengarah kepada penyerang kedua, sebelum para penyerangnya menyadari apa yang sedang terjadi., melepaskan tembakan kedua kearah kepala, kemudian melakukan rolling kedepan menuju pintu masuk kamar, tetap dalam posisi jongkok kembali dia melepaskan tembakan ke tiga, akan tetapi setelah tembakan kedua, dua dari sisa penyerangnya menyadari serangan balik Alexa, dan melepaskan tembakan membabi buta kearah tembok kamar dimana dia berada sekarang. Alexa melepaskan tembakan ketiga, tepat mengenai dagu penyerang ketiganya. Sekilas penyerang ke empat, melihat rekannya terpental kebelakang dengan semburan darah dari mukanya, belum sempat dia mengarahkan senjatanya kearah desingan halus yang menghantam rekannya, pandangannya menjadi gelap, garis halus dan kilatan cahaya menyambar dirinya, dan semuanya menjadi gelap. Sesaat setelah melepaskan tembakan ketiga, Alexa langsung memberondong penyerang ke empatnya dengan lebih dari sepuluh peluru sekaligus. Dua dari pelurunya mengenai muka. Alexa menendang pintu kamar tersebut, memberikan tembakan memastikan kepada semua penyerangnya kearah kepala. Detak jantungnya kembali kedetak normal.  
Dikenakan kembali alat penanda sensor panas tubuh, dengan cermat dia memperhatikan kesekeliling bangunan rumah, memastikan bahwa tidak ada orang lain diluar sana yang sedang menunggunya dengan senjata siap merobek-robek tubuh korbannya. Dengan cepat, Alexa menarik keluar satu persatu tubuh takberdaya yang baru saja dibunuhnya keluar dari rumah, disusun menjadi satu dipojok halaman terluar kemudian dia menyiramkan sebuah cairan keseluruh mayat yang tidak berdaya tersebut, kemudian melemparnya dengan api. Sengatan tajam dan dalam saling berebutan untuk memenuhi seluruh daging dan kain dari mayat yang sekarang telah penuh dibalut oleh kilatan merah kebiruan menyambar-nyambar. Alexa kembali masuk kedalam, pertimbangannya berubah, sepertinya dia harus membawa sedikit senjata untuk sekedar berjaga-jaga.
Beberapa menit Alexa keluar dari rumah dengan membawa tas hitam yang sebelumnya dia keluarkan isinya. Dengan sedikit mengeluarkan tenaga, dia masukan tas cukup berat tersebut kebagasi belakang Civic nya. Kemudia dia kembali kepintu rumah berjongkok sebentar dipintu masuk, mengaktifkan sensor peledak yg ada didalam rumah tersebut, kemudian menutup pintu dengan perlahan. Sebelum berlari kearah mobilnya, dia meleparkan sesuatu kearah kilatan api yang menyambar-nyambar, ketika sesuatu tersebut berbenturan dengan tubuh hangus dan pecah, kilatan api semakin besar menyambar dan berpencar. Suara ban bergesekan dengan tanah menghempaskan kerikil menjauh, dan meninggalkan kilatan api yang semakin menggila.
Pikirannya dipenuhi berbagai macam pertanyaan. Para penyerangnya tidak memiliki sesuatu untuk diintrograsi, tidak ada satupun yang dapat dijadikan jejak untuk ditelusuri. Senjata yang mereka gunakan terlalu generik,
Dalam kecepatan, pikirannya sibuk memilah, menganalisa dan mencari setiap celah yang dapat dijadikan informasi.

iseng itu iseng banget..

Kemåren iseng2 buka lagi blogspot gw yang dåh lama ngga pernah diposting.. Klak klik tulis sana tulis sini, mulai posting kanan kiri.. Ngga banyak sih materi yg dimasukin.. Cuma beberapa ide2 yang sebenernya dåh lama banget nangkring dilaptop tapi gak pernah kě publish..


Gak tau dãpet dorongan darimana buat mulai nulis lagi atau minimal masukin sesuatu kě blogspot gw, mengingat multiply gw ajå dåh lama banget ngga pernah ditengok..

Iya, gw juga adǻ multiply..hahaha sebelum rame orang2 difacebook, gw lebih seneng nongkrong di multiply.. Hehehehe dan kaló liat2 multiply, kayagnya kangen juga sama masa2 itu důlu..

Mau liat juga, coba ajå cek di armend28.multiply.com :)

tebak gambar

kita iseng2 maen tebak2an yuk.. :)






my tees design

This is some of my tshirt design... under redevos clothing independent brand...

                       








cara mengatur memory di blackberry

Berikut beberapa tips bagaimana me-manage memory  :
1. Hapus (delete) semua messages yang tidak penting, baik itu email atau sms/mms. Email dengan  attachment yang besar usahakan dibuka & dibaca hanya melalui PC.

2. Hapus (delete) browser cache.
Caranya:
> buka browser
> klik menu 
> klik options
> klik cache operations
> klik clear history
3. Tutup semua conversation yang tidak penting di  Messenger, YM, GT, MSN, dan lain-lain serta biasakan "clear chat" semua conversation jika sudah tidak diperlukan lagi.
4. Hapus (delete) cache di aplikasi FB.
Caranya:
> buka FB
> klik menu 
> klik options
> klik clear cache
5. Hapus (delete) semua miss calls.
Caranya:
> buka  “messages”
> klik menu 
> klik view folder
> klik missed calls
> klik menu
> Klik delete prior
6. Hapus (delete) phone call logs.
Caranya:
> buka  “messages”
> klik menu
> klik view folder
> klik phone call log
> klik menu
> klik delete prior
7. Hapus (delete) event log.
Caranya:
> dari Home Screen tahan tombol alt
> lalu klik hurur L G L G
> lalu tekan menu 
> klik clear log
8. Bersihkan temp memory.
Caranya:
> buka  “options (yg gmbr obeng/kunci pas)"
> klik security options
> klik memory cleaning
> klik menu 
> klik clean now
> klik save
9. Biasakan picture yang dikirim ke  group tidak disimpan di media card atau device memory 
Caranya:
> buka  group  
> klik pictures
> klik menu 
> klik picture options
> klik save pictures pilih "never"
> klik Ok

iseng2 soal anak kelas 4 SD..

Perjalanan Andi sejauh 60KM, saat itu jam 11.45. Andi berjalan rata2 2 feet per menit (1feet 30cm).

Berapa lama perjalanan Andi?
Dan jam berapa Andi såmpai tujuan? Apą bila setiap 20km dią harus berhenti selama 15menit untuk menyebrang jalan.
(Soal kelas 4 SD kaló ġaķ biså SD nyǻ ġaķ lulus) :D

menghilangkan icon di bb yg menganggu..

Pernah beberapa hari adǻ nongol icon2 di ßlackßerry™ gw yg sangat mengganggu.. Kėnåpa mengganggu.. Soalnya gw gak tau kėnåpa itu icon biså masih adǻ.. Secara pas gw buka di notipikation..udah ngga adǻ lagi aplikasi atau email yg belum terbaca.. Dan yg bikiň lebih nge ganggu lagi.. Lampu di ßlackßerry™ gw nyalah2 terus.. :( jadi gak konsen kerja.. Selalu ngeliatin ßlackßerry™ terus.. Tanya kanan kiri.. Akhirnya nemu juga jawabannya..



Nah buat yg ngalamin hal yg sama, siapa tau biså berguna..

Mend! Ini caranya :
‎​Msuk bbm klik  cari ignore list delet.. Trus keluar ktik alt lglg sprti biasa.. Trus cabut batre.. Copot kartu pasang batre tnpa kartu delet bbm ny yg ignore udah pasang kartu lg

cerita awal..

(cerita versi perang dunia zulu, berdasarkan basic ide dr armend. )

Pas si blono kesedot mãsùk kě dunia zulu ceria‎​,Robot lǻġi pádä perang.
‎​Dengan pesawat2 anehnya. Antara boss ijal (uler) dan kapten monyong...‎​Dengan brian (per) sama bob (helm).
Tiba2 blono masuk Membantu si brian dkk,karena memperebutkan ǻnąĸ ayam yg màu dimasak. ‎​Trus endingnya ‎​Si ayam ketangkep sama boss ijal dan kapten monyong, ‎​Tapí pas lǻġi adegan itu ‎​Adǻ adegan dimǻna si blono ngelempar sendal jepit butut nyǻ kě arah droid (robot2 kecil ǻnąĸ buah boss ijal)‎​...dan juĝa ngelempar kě kapten monyong. Kapten monyong kelempar sendal trus mukanya jädi agak menyon..





Storyline.

Script1 Versi Perang di Dunia Zulu.

(Setting)
Didalam ruangan kamar tidur, terdapat satu tempat tidur antik yang cukup besar, dan lemari yang besar pula gak kalah antiknya. Jendela kamar yang terbuka lebar.
Tergopoh-gopoh terdengar suara langkah yang berlari memasuki kamar tersebut.

BRUKK.....BRUK

Blono.
Blono membuka pintu kamar, dengan sekali memandang matanya menyapu seluruh ruangan tersebut.

“Kamar kakek...”
dia menggumam...sambil menggaruk2 kepala.

Pandangannya tertuju pada lemari antik tersebut... sayup sayup terdengar suara ibunya memanggil dia untuk membersihkan kamarnya.

Sejenak dia ragu, tangannya menyentuh lemari tersebut... bingung... suara ibunya terdengar makin mendekat. Tanpa pikir panjang lagi dibukalah lemari tersebut, tampak gantungan baju2 tua milik kakeknya... hufff....dengan perlahan kakinya melangkah mãsùk kedalam, menyibakkan gantungan baju2 tua, dan duduk meringkuk didalam, lalu menutup pintu lemari dari dalam.
“Satu...dua...tiga...” Blono menghitung dalam gelap...
Suara Ibunya sudah tidak terdengar lagi. Yang ada hanya gelap disekeliling dan baju-baju tua.

JLEBBB....
Tiba2 blono seperti terdorong masuk ke belakang lemari yang gelap itu... tidak sempat berteriak lagi...


Dunia Zulu
Situasi sedang kacau-kacaunya, Pesawat terbang berseliweran melintas diantara gedung/bangunan di kota. (Kotanya diset kayag kota dragon ball..agak aneh dan ġaķ jelas)

Senjata laser saling tembak diantara pesawat-pesawat tersebut. Terkadang bom kentut juĝa diluncurkan.. Droid2
(robot2 perang.. Yg bentuknya mungkin bişå dibikin kayag rubberduck dengan detail2 yg kemudian mendukung jädi droid,tapí warnanya tetep kuning,dengan mata yg merah LED) berseliweran semakin mengacawkan suasana..

Bentuk pesawat juga tidak kalah lucunya. Ada yang berbentuk seperti penggorengan terbang, ada yang berbentuk botol dot bayi, baling2, kotak coklat yang bersayap (guys tambahan lagi deh kayak apa bentuk anehnya)..

Senjata-senjata laser cahaya berwarna warni ditembakkan dari pesawat-pesawat tersebut. Suara bising bersahut-sahutan.
ZIIINGGGG.....DEZINGGGGGGGG.......

WUZZZ...WUZZZZ
Manuver-manuver pesawat yang canggih.

Bos ijal dan kapten monyong nampak berada di pesawat induk yg berbentuk baskom (dengan detai2 yg kemudian mendukung seperti pesawat,tapí kuping baskomnya mąsiĥ adǻ..lengkap dengan tutup baskomnya yg adǻ pentil diatasnya..).

Di pesawat lawan nya nampak Brian dan Bob. Mereka nampak bermanuver saling mengejar sambil menembakkan sinar laser.


Pesawat yang ditumpangi Brian dan Bob berhenti di balik puing bangunan, mereka hendak mengintai keadaan sekaligus bersembunyi dari droid (robot-robot kecil anak buah bos Ijal).

PLOOOPP....
Blono mucul seketika dari lubang dan terjerembab disamping pesawat mereka.
“Haaahhhhh apa ini, radar kita menangkap sesuatu Bob”

BEEP BEEPPP....

nampak di layar radar, Blono yang sedang terjerembab dan lalu duduk dengan memegangi kepalanya karena pusing.
(Detail disini bişå divisualisasikan dengan brian dan bob sedang melihat monitor gambar Blono disensor dipesawat)

“Brian, makhluk apa ini? Ini bukan droid... nampak lebih besar dr droid-droid itu”

“Kita masukkan saja dia dalam pesawat”

nampak lubang seperti penyedot debu dari sisi pesawat, kemudian ķęluǻr alat serok sampah dan sapu plastik, menyapu Blono masuk ke dalam pesawat.

PLOOOPPP....

Blono, belum sempat berteriak dan sadar ada dimana, masuk dan seketika dia telah berada di dalam pesawat. Duduk disamping Bob.(Dengan kondisi nungging karena mãsùk dengan disapu)

“Aku dimana? Teriak Blono.... Keluarkan akuuu!!!!!”

“Diaaammmm....Pssstttttt... jawab, apa kamu droid jenis terbaru?”

“Droid? Namaku Blono.... aku nggak tahu apa itu droid?”

“Dia berkata jujur Brian, alat pendeteksi kebohongan tidak berbunyi...”

“Hmmm, baiklah Blono... sekarang kau ikut kami membantu menghancurkan Bos ijal dan kapten monyong beserta droid2 pengganggu itu”

“Astagaaaa..... apaa ini” Blono ketakutan melihat berbagai macam tombol yang ada didalam pesawat.

“Blono, kau bantu kami menekan tombol TEMBAK setiap aku beri aba-aba menembak, kamu tekan tombolnya... ok? Mengerti?" Tanya Brian

“Sebenarnya kita perang dengan Bos Ijal untuk apa ya?” tanya Blono

“Kita akan merebut cipcip si ayam
dari mereka...!! Grrrrrr..." sahut Bob dengan geram...

Setelah itu pesawat Brian yang diisi Blono dan Bob didalamnya mulai bergerak perlahan, menyusuri gedung yang bentuk bangunannya meliuk-liuk seperti akar pohon.

BEEEP...BEEEPPP...

Radar berbunyi dan nampak dilayar monitor si cipcip ayam sedang bersembunyi di dalam lubang puing bangunan..
Nampak ketakutan dan menggigil kedinginan.

“Naahh itu dia ayamnya, ayo kita mendekat Bob... Blono,kamu awasi sisi kanan lihat kalau ada pesawat bos Ijal...”

Blono menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal (muka kebingungan).

Lampu sorot dari pesawat Brian pun menyorot ke ayam tersebut,.. dan cipcip si ayam pun kaget seketika.. refleks dia terkejut dan berlari keluar dari lubang persembunyiannya.

DEZIIIINGGGGGG

suara desingan sinar laser pun terdengar... hampir menyerempet/mengenai cipcip...

“Ohhhh tidakkk, itu pesawat Bos Ijal dan kapten monyong!” teriak Bob dengan panik.

Brian pun mengarahkan senjata lasernya kearah pesawat bos ijal.
“Blono...siap siap... tunggu aba-aba dariku...tekan tombol tembak kalau aku perintahkan!"

Blono tampak ketakutan, seumur-umur dia belum pernah berada di dalam peperangan apalagi didalam pesawat seperti ini.

Saking groginya tangannya gemetar diatas tombol TEMBAK itu. Keringatnyapun bercucuran...
(Efek bombastis bişå dibikin disini)

“Siap....Siaaaaapppp...Awassssss.” Brian mengambil ancang-ancang.

Blono saking takut dan paniknya refleks langsung tanpa pikir panjang menekan tombol TEMBAK.

DEZIIIIINGGGGG

Tembakan laser dari pesawat Brian meleset. Mengenai reruntuhan bangunan dimana cipcip ada di dekat situ... tampak asap mengepul dan cipcip yang berlari karena terserempet mengenai ekornya.

Cipcip tampak marah...
“Jangan tembak akuuuuuuuuuu.... aku pengen berakhir di oven bukan ditembaki dengan pesawat bodoh kalian!!!” teriaknya marah-marah.

“Blono astagaaa, aku belom kasih aba-aba! Kenapa main tekan tombolnyaaa!!" raung Brian

“Maaf....Maaf aku takut sekalii “ Blono memelas

Setting pindah kě Pesawat Bos Ijal dan kapten monyong

“Huahahahha!!! bodohnya orang baru itu...."

“Kau lihat sendiri kapten? Mereka memasukkan makhluk apa itu? Menembak saja tidak bisa”
(ternyata Bos Ijal dan Kapten Monyong melihat dari tayangan di monitor mereka ketika Blono masuk ke pesawat Brian dan Bob).

“Ayo kita kerahkan droid-droid untuk mengepung mereka, kita buat mereka sibuk sehingga cipcip bisa kita ambil...toh ekornya saja sudah terbakar hahahaha”.....

Kapten monyong lalu memerintahkan droid-droid untuk menyerang pesawat Brian dan bob.(Disini bişå dengan menekan tombol2..)

Tampak droid-droid bergerak serentak menuju kearah pesawat Brian.(Dengan kondisi berbaris..dan untuk dãpet efek keren, mungin bişå dengan pengambilan kamera dari bawah)

Sementara Cipcip tersengal sengal napasnya karena berlari-lari, belum sempat dia menarik napas.... sebuah tangan robot terjulur kearahnya menangkapnya...

Satu Droid ternyata berada di dekatnya, tanpa banyak perlawanan Droid membawa cipcip segera menuju ke pesawat Bos Ijal.

Setting pindah kě Pesawat Brian dan Bob

“Briaaaaannn, lihat monitor... banyak sekali droid-droid kearah pesawat kita dan pesawat Bos ijal pun bergerak ke arah kita!" Teriak bob panik (disini mungkin bişå ditambah dengan gerakan2 seperti loncat2 atau goyang kekanan dan kekiri dengan per nya..)

“Aduhhh lihatlah ada satu droid yang membawa cipcip menuju ke arah pesawat Bos Ijal, bagaimana ini...aku bingung?”

Blono yang merasa bersalah gara-gara ulahnya langsung bergegas maju ke arah pilot Brian....

“Aku punya ide, tolong buka jendela pesawat ini (atau entahlah apa?)

“Hehhh mau apa lagi kau, ini droid-droid menuju kemari, duduk sana dan siap menembak!"

“Bukaaaaaaa......!!" teriak Blono


Sementara droid yang membawa cipcip pun rupanya telah melemparkan si cipcip ke dalam pesawat Bos Ijal. Dan langsung ditangkap oleh kapten Monyong dengan wajah gembira.

Melihat ini Bob dan Brian pun ternganga setengah nggak percaya.

Tanpa pikir panjang lagi Bob pun menekan tombol, dan terbukalah sisi jendela atas pesawat.

Blono keluar dan melempar............. SENDAL JEPIT BUTUT nya ke arah droid-droid tersebut dan melempar SENDAL JEPIT satunya lagi ke arah cockpit pesawat Kapten Monyong yang sedang terbuka dan sambil memegang cipcip di tangannya.

“Aduuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhh!!!!"

Sendal jepit Blono pun mendarat telak di muka kapten monyong. Dan mukanyapun menjadi menyong seketika!!

(kl ada masukan dan tambahan yah guys....
tengkyuuuu)

Uang jajan..

Judul: Uang Jajan

Sudah sekian waktu blono tinggal đi planet zulu ceria yg aneh dan ajaib..

Dan dią merasa adǻ sesuatu yg hilang selama dią berada đi planet ini.. Jajan.. Iya.. Selama đi planet jakarta.. Dią suka jajan.. Entah jajan somay, jajan baso, atau jajan mie ayam.. Dan blono suka sekali makañ..



Tapí ditempat ini.. Tidak adǻ satu pun yg jualan.. Dan dią tidak bişå jajan..

Blono kangen sekali untuk jajan..
Dan rasa kangennya itu yg membuat dią lupa akan misi penyelamatan sendal jepitnya yg dicuri oleh kapten Mo dan boss ZAAL..

Disiang hari yg cerah, blono duduk terpaku..tidak seperti biasanya dią duduk terpaku seperti ini..

Brian yg kebetulan lewat, bertanya kepada blono..adǻ apą gerangan (disini adǻ dialog2 yg intinya bertanya kėnåpa blono tampak kurang ceria..bla bla bla)

Blono kemudian menceritakan kegundahannya..

: ditempat lain.. Robot droit yg dikirim boss Zaal untuk mencari tahu kegunaan dan pengoprasian senjata rahasia, mendengarkan semua percakapan tersebut.. (Adǻ dialog2 antara kapten Mo dan boss Zaal disini yg pádä intinya merencanakan bagaimąnå kaló mereka juĝa ikut jualan, siapa tau dengan jualan mereka dapat mengetahui cara pengoprasian senjata rahasia tersebut)..

:pindah lagi kě Blono dan Brian
Brian memiliki ide, bagaimana kalau kita jualan saja..(Adǻ dialog2 lucu disini antara blono dan Brian..yg mencari tau apą saja kira2 yg dapat mereka lakukan dan mereka jual. Gerakan2 yg cepat dan gestur tubuh yg lucu juĝa dibisa ditambahkan dalam dialog2ini. Ide ğw sih ketika blono sok2 mikir, dan Brian yg lompat2 ketika senang dll)

Akhirnya mereka memutuskan untuk jualan.. Dan memutuskan besok hari yg tepat untuk jualan..

:Malãm hari
Malãm harinya Blono tidak dapat tidur,memikirkan esok hari dią akan jajan. (Adǻ adegan dimǻna blono gelisah đi bale2nya..kemudian adǻ buble2 mimpi yg menggambarkan mie ayam, baso,dan somay..gambarnya bişå gambar bitmap foto yg đi crop kasar tapí lucu untuk dipasang đi buble mimpi blono..trus pecah2 dan gambarnya datang bergantian)

såmpai akhirnya pągi datang.. (Disini bişå digambarkan transisi cepat perpindahan malãm kě pągi dengan komposisi vektor dan matahari)

Pągi harinya Blono sudah bersiap2 untuk jajan.. Dią sudah sangat tidak sabar.. (Adǻ gerakan2 lucu disini ide ğw sih saking semangatnya, Blono jädi ngga konsen dan sempet kejedot dan kepleset jatoh..hehehe) dan Blono mencari uang untuk jajan.. Iya, uang.. Kan kaló đi jakarta, untuk jajan kita perlu uang..sekarang dią tidak punya uang.. Bagaimana dią bişå jajan..(Disini digambarkan dengan betapa sibuknya blono

:kapal induk boss Zaal
Didalam kapal induk Zaal persiapan juĝa tidak kalah serunya.. Semua perlengkapan2 untuk "Jualan" juĝa sudah dipersiapkan dengan matang.. Tas2 koper digital (yg bentuknya kayag gentong) sudah rapih tersusun (disini juĝa adǻ adegan2 dan dialog2 kapten Mo dan boss Zaal yg repot dan lucu.. Ide ğw sih saking repotnya mereka tabrakan dan jatoh terlentang dan tas2 gentong itu jatuh berhamburan..

:Blono membuka pintu dan siap menyambut hari ini (bisa digambarkan dengan detail bombastis pas dią buka pintu růmaĥ dengan pemandangan yg ajaib diluar..kayag gunung2 vector bergerak perlahan, dan matahari bersinar2 atau apąlah..bişå ditambahin ide2 lǻġi yg lain) adegan ini cepet ajå jañgan terlalu lama..

Blono sudah tidak sabar untuk jajan. Tapí mąsiĥ adǻ yg yg kurang, dią mąsiĥ tidak punya uang untuk jajan..(Adǻ dialog2 ketika Blono berbicara tentang hal ini dengan dirinya şëndiŗi dengan ekspresi2 lucu dan gestur yg aneh)

Dią ķęluǻr růmaĥ, dan dilihat Brian dan Bob yg sudah siap diluar dengan stand jajanan mereka yg lucu (bişå model delman atau model gunung2an wayang atau apapun dengan warna2 yg striking funky siap dengan barang jajanan mereka.. Dan semerbak harum sedap makanan yg mereka masak didalam microwave.(Asap bişå model vector ajå)

Adǻ dialog2 antara Brian,Bob dan Blono yg menunjukan keceriaan. Dan ekspresi2 serta gerakan2 lucu ketiganya..dan ternyata uang jajan tidak diperlukan disini.. Yg mereka perlukan hanya saling bercerita dan bekerja sama..(Adǻ dialog2 tentang itu disini)

:Sedang didalam hůtąn ditanah lapang..kapten Mo dan boss Zaal sedang mengembangkan payung besar yg bentuknya lucu..dengan perlengkapan2 elektronik yg aneh (bişå dengan gambar vektor ajå atau model 3D sederhana dengan detail pake mapping aja)

Mereka sedang menunggu Hujan.. Iya.. Hujan..hahaha karena transmisi yg jelek dari droid murahan..obrolan2 antara Brian dan Blono mereka tangkap bukån Jajan tapí Hujan.. Hehehe (disini adǻ dialog2 antara boss Zaal dengan kapten Mo kapan hujan nyǻ yg ditunggu2 oleh Blono akan datang).. Hehehe

Detail cerita dan dialog tolong dikembangin lǻġi yåh.. Tx

Sendal jepit..

Judul: Sendal jepit..

Boss ijal dan kapten monyong sedang berdiskusi đi kapal induk (ide ğw kayag baskom,tapí adǻ detail2 yg mendukung seolah2 itu kapal induk)

Bagaimana menaklukan planet zulu ceria..



Kemudian mereka mendiskusikan senjata ampuh yg digunakan oleh Blono, yaitu sebuah benda yg belum pernah mereka lihat sebelumnya.. (Sendal jepit) kemudian đi lihat foto2 hasil pertempuran sebelumnya, ketika blono memukul2 dron (robot2 tempur boss ijal) sehingga hancur dan adǻ juĝa gaya2 blono ketika melempar sendal2 yg dipakainya kearah dron dan saläh satunya mengenai kapten monyong (adǻ ekspresi kapten monyong ketika mukanya kena sendal)

Dan mereka berencana mencuri senjata ini dari tangan blono..

(Disini adǻ dialog2 antara kapten monyong dan boss ijal)

Mereka menyusun rencana secanggih mungkin, dengan mengeluarkan semua rumus2 fisika dan kimia yg ğw juĝa dan mereka juĝa ngga ngerti. (Disini juĝa adǻ dialog bertanya boss ijal kě kapten monyong, "‎​lŏė ngerti?" Jawabannya "ngga".. Hahaha) pokoknya sok canggih dęh..

Setelah rencana disusun sedemikian mungkin, mereka secara sembunyi2 mendarat đi planet zulu ceria..
Mencari růmaĥ blono (yg bentuknya kayag monas) kemudian mereka mengeluarkan rencana2 mereka dari dalam koper digital antariksa mereka yg canggih tapí aneh (soalnya mirip gentong, tapí dengan faktor detail pendukung digitalnya)

Ketika mereka såmpai dan mendekati růmaĥ blono, mereka lihat sendal jepit tersebut (senjata rahasia yg mereka incar adǻ diluar didepan pintu)

Dengan kecepatan super, mereka mengambil sendal tersebut, dan lari pontang panting meninggalkan koper canggih mereka (sebagai barang bukti nantinya)
Dan lari mereka berdua juĝa lucu..
Kapten monyong dengan sayap yg berkibar dan badan yg agak condong kebelakang.. Dan boss ijal agak condong kedepan dengan ter'engah2.. Dengan keringat yg ķęluǻr secara bombastis.. (Mereka lari menuju kapal induk mereka yg adǻ ditengah hůtąn)

Sementara itu, blono yg ßarů saja bangun, dan ingin buang air besar đi luar (wc nyǻ blono adǻ diluar) dengan pemandangan kontras antara monas dan wc jamban..(Adǻ detail yg memperlihatkan adegan ini dalam sceen) Hehehe..

Binggung karena sendal jepitnya hilang? (Semua ini đi gambarkan dalam bentuk ekspresi gerakan ajå, tanpa perlu narasi)

Perasaan binggung,kesal,sedih dan lain2 sebagainya bercampur jädi satu, membuat blono tiba2 menangis dan teriak.. "Siapa yg minjem sendal jepit sayaaaaa!!!"
Kontan satu planet terbangun..dan tiba2 berkumpul đi depan růmaĥ blono..

(Adǻ dialog2 cepat yg intinya saling bertanya2..bla bla bla)

Kemudian direncanakan misi rahasia penyelamatan sendal jepit blono..

Alat2 canggih yg aneh mùlai dikeluarkan untuk menyelidiki dimǻna sendal jepit tersebut..

Seperti teko ginny yg berfungsi sebagai alat pendetektor..
dsb..

Kemudian Brian melihat gentong koper yg. Ditinggalkan oleh bos ijal dan kapten monyong..
(Disini adǻ dialog2 juĝa..singkat ajå)

Pindah scene:
Kapten monyong dan boss ijal sedang berusaha mencari tahu bagai mąnå mengoperasikan senjata rahasia tersebut..

Agar bişå melayang, bişå terbang dan bişå menghancurkan..
Dengan sangat serius mereka menganalisa sendal jepit tersebut (adǻ adegan dimǻna sendal tersebut diangkat setinggi badan, kemudian dilepas..bukannya melayang, tapí sendal tersebut malah jatuh lǻġi kě lantai pesawat)

Ketika mereka berdua sedang serius memikirkan bagaimana mengoperasikan sendal tempur tersebut, tiba2 pintu depan pesawat đidobrak.. Dan segerombolan mahkluk2 aneh.. (Blono dkk) datang menyerbu..(Adǻ dialog2 juĝa disini)

Secara singkat, terjadi pertempuran perebutan sendal..(Adegan2 disini kaló bişå agak lucu..kayag kapten monyong yg secara ngga sengaja menduduki muka kapten monyong..trus saläh satu karakter yg kěpleset buntut boss ijal,brian yg dilempar kulit pisang dsb)

Tapí akhirnya kapten monyong bişå mengendalikan pesawat dan pesawatnya terbang, dan (seperti film2 kartun laennya..geng aneh terlempar ķęluǻr dari pesawat..karena pesawatnya kayag nge'shake..dikocok2 sebelum terbang..

Dan adegan penutupnya..blono dkk disorot dari bawah (kamera mengambil posisi dari bawah untuk ngejar efek bombastis) dengan satu sendal jepit ditangan..dengan ekspresi mårah.. Tapí sekian detik kemudia cengengesan.. Hehehehe

Bersambung

Pengen gaya tapi tetap punya uang..

Jujur..ide menulis ini saya dapat karena semua orang jauh didalam hati memiliki sifat ingin gaya, pamer, atau menunjukan “keberhasilan” nya kepada orang lain, baik yang dia kenal maupun yg dia tidak kenal. Begitu juga dengan saya secara pribadi. Akan tetapi, saya memiliki keinginan, meskipun saya gaya, tapi ngga pengen jadi bokek atau gak punya duit sama sekali karena “maksain” gaya nya..


Tulisan ini disarikan dari berbagai macam jenis buku yang membahas bagaimana mengelola keuangan dengan baik dan benar. Akan tetapi, konsentrasi tulisan ini bukan mengelola keuangan, akan tetapi mengelola bagaimana Anda masih tetap bisa gaya, atau bahasa lainnya tetap bisa melakukan kegiatan konsumtif Anda, entah membeli barang-barang kesenangan Anda, atau pergi ketempat-tempat favorit Anda, nonton-nonton barang pacar atau temen kongkow dan lain sebagainya.. akan tetapi, ditengah bulan, atau di akhir bulan, Anda masih punya duit, dan gak kehabisan duit..

Banyak dipasaran buku-buku yang mengajarkan Anda untuk..yeahhh, Anda tau sendirilah.. harus ini lah agar tidak seperti ini.. uang tuh harus di seperti ini kan, agak ngga begitu dan lain sebagainya.. dan semua itu sangat membosankan.. karena ditoko sebelah lagi ada jenis iPhone terbaru.. temen dikantor baru ganti Blackberry yg paling canggih, tetangga sebelah baru beli motor sport baru, adek ipar baru ganti mobil, temen nongkrong di geng sepedah MTB baru ganti frame baru yg katanya lebih mak’nyos  dan sebagainya dan sebagainya..”dan saya mau beli” Anda teriak dalam hati. Tapi kata buku kalo saya beli nanti uangnya gak berputar, uangnya gak berpasif income, dan uangnya membelanjakan hal-hal yang konsumtif dan nilainya terus menurun..tapi jauh didalam hati sebenernya Anda gak perduli dengan itu semua..sekali-kali Anda juga pengen dong seperti itu..tapi kalo di itung-itung, kok uang gaji bulanan selalu lenyap tanpa sisa, dan gak ada satu pun yg menjadi barang..

Tulisan ini saya dedikasikan untuk mereka yang berani jujur bilang, “kalo saya emang pengen gaya” dan pengen tau gimana caranya bisa gaya tapi masih bisa punya duit untuk memenuhi kebutuhan “bukan gayanya” sehingga ditengah bulan atau akhir bulan gak perlu minjem-minjem duit sama tetangga cuma buat beli bensin motor untuk berangkat kekantor, atau minjem duit makan sama temen kantor, karena seminggu yang lalu baru ganti Blackberry..

Bergaya lah dengan baik dan benar.

Sebelum kita mulai gaya, ada sedikit beberapa masalah teknis yang harus Anda perhatikan agar gaya Anda menjadi "benar" menurut pandangan saya.. Yaitu anda telah menyisihkan sebagian pendapatan anda untuk keperluan2 yang sifatnya benar2 penting.. Anggap saja,setelah membaca strategi mengatur keuangan yg baik, jumlah keuangan yang harus anda penuhi sekitar 70% dari total pendapatan anda, sisanya sekitar 30% merupakan biaya operasional..

bbm down grade..

6 dari 10 orång tidak suka versi bbm terbaru yg ßarů saja mereka download..

Tapí sebagian besar binggung, bagaimana cara mendowngrade bbm mereka..

Ġaķ perlu půsinġ, ñih link bbm versi sebelumnya, yg menurut sebagian orång lebih nyaman untuk digunakan..

Ver 0.66
http://bbtweeps.com/files/ota/BBMV5.0.0.66/bbm66/BBM66en.jad

Ver 1.38
www.blackberry.com/messenger

Enjoy!

Rahasia CIA dibalik G-30-S


Ditulis pada Nopember 26, 2008 oleh kapasmerah
Sumber: (Indonesia Media Online-2001)
Dipetik dari artikel Kompas
 
Jenderal Soeharto Menuju Tahta Kekuasaan
Persepsi, itulah yang memberi makna atas suatu realitas. Fakta yang sama dapatberbeda maknanya secara diametris akibat sudut pandang yang tidak sama. Makna sulit dikompromikan, terlebih jika dibalut ideologi. Peristiwa G30S, misalnya,bagi bangsa Indonesia dianggap sebagai pengkhianatan Pancasila. Tindak balasyang dilakukan terhadap PKI menjadi layak dan sepantasnya. Banjir darah yang menewaskan antara 500.000 - 1.000.000 rakyatIndonesia, sekitar 700.000 orang ditangkap dan disiksa tanpa proses hukum,menunjukkan dahsyatnya makna suatu peristiwa yang dicerna oleh kesadaran sosialsuatu bangsa. Di sini upaya kompromi hanyalah kesia-siaan. Orde Baru yang dibangun di atas darah dan mayat-mayat itu,menjadikan eristiwa G30S sebagai hantu yang menakutkan rakyat, yang setiapsaat dapat muncul. Peristiwa ini menginspirasikan Orde Baru membentengi rakyatdengan ideologi pembangunan melalui P-4.
Sebaliknya bagi Pemerintah AS, G30S adalah aib jika dibuka pada publik. Arsip-arsip menyangkut peristiwa ini disimpan rapat di pusat dokumenCIA, kendati peristiwa itu sendiri sudah 36 tahun berlalu. UU kebebasanmemperoleh informasi AS memang menyebut batas 25 tahun usia suatu rahasianegara dapat dibuka untuk publik. Tapi ini bergantung pada pertimbanganpresiden. Zaman memang sudah berubah, generasi berganti, bahkan rakyat ASsedikitnya delapan kali menyenggarakan pemilu presiden, namun arsip peristiwaG30S tetap dikategorikan rahasia negara. Dibandingkan dengan aktivitasspionase, kontra spionase, dan operasi rahasia lannya yang dilakukan AS di eksnegara tirai besi, Uni Soviet, yang hampir seluruh arsipnya sudah dibuka,peristiwa G30S dipandang jauh lebih sensitif.
Laporan CIA tahun 1967 menyebut peristiwa pembantaian inimerupakan salah satu yang terburuk sejak Perang Dunia II. Ia disejajarkandengan pembantaian jutaan warga Yahudi oleh Nazi Jerman. Lantas jika CIAsendiri menyatakan peristiwa itu sebagai terburuk di dunia, lantas mengapapelakunya tidak diseret ke Mahkamah Internasional, seperti halnyaperwira-perwira Nazi Jerman?
INILAH yang membuat hambar 128 halaman yang menuturkan “Coup and Counter Reaction: October 1965-March 1966″ kemudian dilanjutkan & “The UnitedStates and Suharto: April 1966-December 1968″ (180 halaman), dalam buku Foreign Relations of The United States, 1964-1968 Volume XXVI.”
Dibuka dengan memorandum CIA untuk Presiden Lyndon B Johnsonmengenai perkembangan situasi RI. Di situ tercatat tanggal 1 Oktober 1965 pukul 07.20. “Saat ini, di Jakarta sedang terjadi suatu pergerakan kekuatan, yang mungkinimplikasinya sangat jauh. Kelompok yang menamakan dirinya 30 September, mengklaim berhasil menggagalkan rencana kudeta jenderal-jenderal…” Pada paragraf terakhir, “Sangat mungkin Soekarno sudah lebih dulu mengetahui gerakan ini dan apa tujuannya. Penggerak utama seluruh peristiwa ini agar berjalan lancar, baik dalamperencanaan waktu maupun detailnya, adalah Wakil Perdana Menteri I Subandriodan pemimpin komunis yang
dekat dengan dia maupun Soekarno.”
Laporan tersebut begitu cepat ‘diarahkan’ pada BungKarno, Subandrio, dan PKI. Telegram-telegram yang menyusul dari Jakarta,termasuk Dubes Marshall Green, juga mencerminkan sikap demikian. Informasiseperti ini pula yang disampaikan dalam telegram Direktur Wilayah Timur Jauhkepada Asisten Menhan untuk Masalah-masalah Keamanan Internasional, 4 Oktober1965. Laporan-laporan itu mempunyai pola sama. Selalu diawali dengansituasi yang belum menentu, pertarungan kekuatan belum final. Kemudian ditengah gelap gulita itu, muncul cahaya. Di atas pentas terlihat sosok trioSoekarno, Subandrio, dan PKI. Agak membingungkan memang jika kita menyimak arsip-arsip yangsebagian besar
materinya bersifat tentatif dan spekulatif. Suatu hal yang seharusnya dijauhkan dalam dunia intelijen. Ringkasan laporan CIA tanggal 6 Oktober, misalnya, pada poin 16 dikatakan, PKI tidak mungkin mengelak dariketerlibatannya dalam G30S. Sebab tajuk HarianRakyat, corong resmi PKI, menyebut dukungannya pada gerakan Letkol Untung tersebut.
Akan tetapi, pada poin 18 disebutkan, Ketua PKI Aidit tentulahtidak merestui gerakan demikian bahkan juga perubahan pemerintahan. Sebab,situasi dalam maupun luar negeri saat itu sangat menguntungkan PKI. Di sinikemudian disebut kemungkinan sejumlah kader yang mengambil inisiatif sendiriikut dalam gerakan itu.
Peter Dale Scott dalam TheUnited States and the Overthrow of Sukarno, 1965-1967, justru melihat adakeanehan dalam Harian Rakyat yangterbit waktu itu. Padahal penguasa militer di Jakarta melarang semua suratkabar terbit. Larangan itu disiarkan melalui radio dan Televisi setelah gerakan Letkol Untung dipatahkan tanggal 1 Oktober. Mantan dosen dan diplomat inimelihat indikasi keterlibatan CIA dan militer dalam mencetak Harian Rakyat itu.
Washington sendiri atas permintaan Dubes Green, mengoperasikan pemancar gelapnya, Radio Jakarta dan Indo Press. Di samping itu, Suara Amerika,VOA, ditingkatkan frekuensinya. Semua radio ini menyebarluaskan langsung propaganda hitam, yang langsung menuding PKI dan Subandrio dalang peristiwa G30S. Soekarno sendiri mengetahui rencana gerakan itu. Data-data palsu direkayasa sedemikian rupa sehingga membentuk opini publik. Mengenai propagandahitam itu sendiri sudah disetujui 303 Committee sebagai bagian dari operasi rahasia di Indonesia.
Melalui Dubes Marshall Green di Jakarta, Washington menyampaikansalam hangat dan dukungan kepada Jenderal Nasution dan Jenderal Soeharto yangmemimpin Angkatan Darat mematahkan gerakan Untung Cs. Mengetahui Angkatan Daratmembutuhkan banyak hal, termasuk perangkat komunikasi, senjata, kendaraan,obat-obatan, dan lain sebagainya, Washington menyatakan kesediaannya.
Akan tetapi, tidak ada bantuan yang gratis di jagat ini. Bahkan,pinjaman pada lintah darat pun masih disebut bantuan. Demikian pula pejabat tinggi di Washington, dengan alasan ada proses yang harus dilalui, maka tidaksesegera itu bisa mengirim bantuan. Masa menunggu itu dimanfaatkan agen-agen CIA menyuntikkan racun dalam kesadaran pimpinan angkatan darat, mengenai perlunya menumpas habis PKI dan simpatisannya.
Memang ditampilkan ada keragu-raguan apakah nantinya akan ada perubahan politik luar negeri pasca G30S. AS ingin mendengar jawaban pasti.Apalagi ada kecurigaan Jenderal Nasution akan tetap loyal pada Bung Karno, sesuai konstitusi. Namun, semua khawatiran itu berhasil ditembus Adam Malik, yang juga mendapat dana Rp 50 juta dari Marshall Green. Dana ini digunakanuntuk kampanye menumpas PKI.
Adam Malik meyakinkan AS, Jenderal Soeharto mendapat dukungan semua pihak, khususnya Angkatan Darat. Di lain kesempatan, Adam Malik mengatakan, Jenderal
Soeharto memahami apa yang kita (baca: AS) inginkan.
Hiruk-pikuk pembantaian PKI hampir setiap hari dilaporkan keWashington. Laporan dari missionaris Katolik di Kediri menyebut 3.000 orangtewas dibantai pada November 1965. Di Bali, persaingan PNI-PKI serta dendampara bangsawan yang dirampas tanahnya, telah membuat Pulau Dewata banjir darahdengan korban 80.000 jiwa manusia yang diduga anggota atau simpatisan PKI. Kedubes AS tidak mau ketinggalan pesta darah ini, denganmenyerahkan daftar nama ribuan kader PKI. Walaupun tidak disebutkan secararinci dalam buku tersebut, jauh sebelumnya wartawati Cathy Kadane sudah mengungkap peristiwa ini. Menurut Kathy, daftar nama tersebut diserahkan Edward Master, Kepala
Seksi Politik Kedubes AS di Jakarta, kepada sekretaris Adam Malik, yang selanjutnya disampaikan ke markas Soeharto di Kostrad.
Dalam tulisan Cathy dari hasil wawancara dengan staf Kedubes AS masa itu, termasuk dengan Asisten Direktur CIA untuk Timur Jauh, William Colby, diakui bahwa daftar nama itu sangat membantu Angkatan Darat dalam menumpas PKI dan simpatisannya.
Cathy juga mengutip salah seorang staf Kedubes AS yang datang keKostrad dan melihat begitu banyak manusia yang menjadi tahanan, dan bertanya pada Soeharto tentang proses hukumnya. Jawabnya singkat, siapa nantinya yang akan memberi makan mereka? Ini artinya semua tawanan itu akan dibunuh.
Hal lain yang membuat buku ini agak aneh, penjelasan Marshall Green yang isinya kurang lebih membantah pihaknya pernah membantu peralatan komunikasi kepada Angkatan Darat ketika peristiwa itu terjadi. Sama seperti daftar nama kader PKI di atas yang disebut diserahkan oleh staf kedutaan atas inisiatif pribadi, maka hampir mirip dengan itu pula dalam kasus peralatan komunikasi.
Green mengatakan dalam radiogramnya ke Deplu, benar bahwa staf kedutaan menyerahkan 3 unit radio komunikasi Motorola berikut charger baterainya. Para jenderal membutuhkannya untuk berkomunikasi. Dengan demikian ini tidak beda dengan handy-talky. Padahal, masih menurut pengusutan Cathy, hanya beberapa hari setelah peristiwa
G30S, seperangkat alat komunikasi modern yang tercanggih masa itu, telah diterbangkan dengan pesawat Hercules dari pangkalan militer AS di Filipina, dengan tujuan Jakarta. Antene alat komunikasi frekuensi tinggi itu tampak dipajang di depan Kostrad, markas Jenderal Soeharto.
Selain itu, menurut wartawati yang liputannya menghebohkan itu,sebuah kapal yang penuh muatan kendaraan jenis Jeep dan truk serta senjata,berangkat dari Subic, pangkalan angkatan laut AS di Filipina, menuju Jakarta.Dari informasi yang dihimpunnya diketahui, kendaraan dan senjata itu akan digunakan Angkatan Darat untuk menghancurkan PKI dan simpatisannya.
***
PKI berhasil dilumpuhkan. Tetapi, di sana masih ada Bung Karno dan Subandrio.Selama kedua tokoh itu ada, AS tidak mungkin tenang. Maka inilah yang dibisikkan Dubes Green pada Jenderal Soeharto. Kurang-lebih demikian, bola sudah di kaki Anda, persis di bibir gawang. Lantas apakah Anda akanmenyia-nyiakan peluang emas ini.
Soeharto yang dalam buku kontroversial itu disebut bertindak sangat hati-hati, sehingga terkesan lamban, sempat pula membuat gemas AS. Dalam kacamata AS, setelah pemakaman jenderal korban G-30-S pada tanggal 5 Oktober, seharusnya Angkatan Darat dapat segera bergerak. Tapi Soeharto tidak menghendaki konfrontasi langsung dengan Bung Karno. Keinginan AS akhirnya terkabul menjelang pertengahan Maret 1966,setelah
kabinet baru yang dibentuk masih memasukkan unsur-unsur kiri dan mendepak Jenderal Nasution dari jabatan menhankam. Mahasiswa turun ke jalan, mengepung istana. Sejumlah prajurit Angkatan Darat gabung dengan berpakaiansipil dan membawa senjata. Diteror oleh keadaan demikian, Bung Karno akhirnya memberikekuasaan bagi Jenderal Soeharto untuk bertindak mengamankan situasi dankeluarga presiden.
Dengan senjata Supersemar inilah Soeharto membubarkan PKI dan mengkonsolidasikan kekuasaan di tangannya. Pada bagian akhir sesi Indonesia di bawah judul ”The United States and Soeharto, April 1966-March 1968” setebal 150 halaman, AS ingin melihat bukti
komitmen pemerintahan Soeharto dengan mengakhiri politik konfrontasi terhadap
Malaysia. Selain itu AS juga tidak ingin Soekarno masih bercokol sebagai presiden, walaupun tanpa kekuasaan. Tidak kalah pentingnya adalah meninggalkan Tiongkok, yang selama ini mendominasi politik luar negeri RI. Semua keinginan negara adi kuasa itu dipenuhi Jenderal Soeharto.Konfrontasi berakhir, Kedubes RRC dibakar massa, dan Bung Karno mengundurkan diri dalam SI MPRS. Tetapi, di sini sama sekali tidak disebutkan pengunduran diri itu akibat tekanan dari Angkatan Darat, yang mengancam akan menyeret Soekarno ke pengadilan rakyat.
Halaman-halaman selanjutnya dipenui dengan arsip-arsip notulen rapat para pejabat tinggi Deplu, Dephan, Dewan Keamanan Nasional, dan asisten khusus presiden, berikut surat-menyurat di antara mereka dan telegram dari kedubes di Jakarta. Semua notulen rapat itu mengenai kesibukan menyiapkan bantuan bagi RI, sehingga mencerminkan “kemurahan dan kebaikan hati” Washington.
Dalam memorandum Wapres Humphrey kepada Presiden Lyndon B Johnson,25 September 1966, disebutkan ia baru saja bertemu Menlu Adam Malik di Sheraton Ritz Hotel, Minneapolis, AS. Dalam pembicaraan yang menyangkut bantuan apa saja dibutuhkan RI itu, Adam Malik tidak lupa menyampaikan pesan Jenderal Soeharto, mengenai kehadiran AS di Vietnam berakibat langsung atas terjadi perubahan di Indonesia.
Hal senada juga kembali diucapkan Jenderal Soeharto ketika Wapres Humphrey
berkunjung ke Indonesia, 4 November 1967. Bahwa hal itu atas arahan Dubes Green, tentu tidaklah penting dipersoalkan. Presiden Johnson sangat membutuhkan pernyataan itu untuk menyelamatkan pemerintahannya dari kecaman rakyat dan kemungkinan impeachment Kongres AS, berkaitan dengan keterlibatan dalam Perang Vietnam dan Laos.
Dalam memorandum dari Wakil Direktur CIA Richard Helms kepada Asisten Khusus Presiden Walt Rostow, tanggal 13 Mei 1966, disebutkan, Presiden Johnson memintanya untuk melakukan studi analisa yang menghubungkan langsung atau tidak langsung dampak kehadiran AS di Vietnam dan perubahan yang terjadi di Indonesia. “Kami tidak berhasil menemukan bukti-bukti ke arah itu….Sebab peristiwa kudeta yang terjadi di Indonesia tampaknya murni dari perkembangan situasi politik dalam negeri yang kompleks dan
berlangsung lama.” Akan tetapi, pengakuan Jenderal Soeharto menjadi senjata ampuh bagi Presiden Johnson membenarkan kebijakan keliru dalam intervensi militer di Vietnam.
Dengan menyebut berhasil merontokkan PKI, partai komunis kedua terbesar jumlah anggotanya di dunia, maka oposisi kehilangan semangat dan prakarsa untuk menentangnya.
Tidak mengherankan jika Presiden Johnson, begitu besar perhatiannya terhadap Indonesia. Bahkan ia ingin meningkatkan bantuan. Dalam sidang kabinet 17 Oktober 1967, Presiden Johnson mengatakan, “Undang DubesGreen untuk menyampaikan pikirannya di sini. Dubes menyarankan perlu bantuan 500 juta dollar AS bagi 110 juta penduduk RI.” Suatu angka yang waktu itu luar biasa besarnya, melampaui total ekspor Indonesia. Johnson menegaskan apa pun yang terjadi, AS harus membantu pemerintahan Orde Baru di saat kritis seperti sekarang. Semua lembaga internasional dan negara-negara maju dikoordinasikan membantu pemulihan ekonomi Indonesia. Seandainya mukzizat ekonomi lahir di sini, maka Indonesia akan menjadi contoh keunggulan demokrasi, sekaligus prestasi Presiden Johnson.
Sikap Johnson ini mendorong Deplu AS dan Dubes Green memusatkan perhatian menemukan instrumen terbaik untuk mempertahankan Orde Baru. Segala kelemahan dan keunggulannya dianalisa, kemudian dicari jalan keluar. Termasuk dalam hal ini orang-orang yang pas untuk bekerja sama dengan Soeharto, kemungkinan munculnya kekuatan-kekuatan tandingan, dan kombinasi pemerintahan militer seperti apa yang cocok di Indonesia. Deplu AS juga memikirkan pembentukan partai politik, seperti halnya di Korsel, yang didukung Angkatan Darat, bagi persiapan pemilu untuk memenangkan Soeharto.
Laporan Deplu di atas menjadi amat sangat ketinggalan dibanding apa yang sudah dibaca masyarakat di Indonesia. Upaya percobaan untuk melencengkan sejarah jenis ini sesungguhnya sudah dilakukan oleh Stig Aga Aandstad, “Surrending to Symbols: United States Policy Towards Indonesia 1961-1965,” dalam disertasi doktornya di University of Oslo, 1999. Ia berkesimpulan AS tidak tahu-menahu soal persiapan G-30-S. Buku dengan kesimpulan yang sama juga pernah diterbitkan CIA dalam membela diri.
Sikap pura-pura tidak tahu ini jelas bukan jawaban atas analisa Guy Pauker, tokoh dan otak CIA di Indonesia. Pada pertemuan dengan Wapres Humphrey dan stafnya tanggal 17 Februari 1967, Dubes Green mengulangi analisa Pauker bahwa hampir dapat dipastikan Indonesia akan jatuh ke tangan komunis tahun 1965. Dubes Green hanya sekadar mengutip sampai di situ. Padahal kesimpulan palsu demikian adalah bagian dari skenario besar, dan dimaksud memperuncing kecurigaan Angkatan Darat terhadap PKI. Terlebih lagi Bung Karno disebut-sebut mengidap ginjal kronis. Sebaliknya, PKI mendapat bocoran “dokument” rencana Angkatan Darat melakukan kudeta tanggal 5 Oktober.
Pauker sangat berperan di Seskoad. Dia sangat menentukan dalam mengirim 2.100 perwira menengah dan tinggi TNI-Polri belajar di AS selama periode 1960-1965. Pentolan utama G30S, termasuk Letkol Untung, pernah mengikuti pendidikan di AS. Maka menjadi sangat mencurigakan jika laporan Kedubes AS maupun CIA di Jakarta menyimpulkan, G30S melibatkan PKI, diskenariokan Menlu Subandrio dan diketahui Bung Karno. Apalagi disebut nama Letkol Untung tidak dikenal oleh Kedubes AS.
Laporan intelijen itu tidak pula menjelaskan tiga Batalyon Raiders, pasukan utama G30S, datang ke Jakarta atas radiogram PangkostradMayjen Soeharto. Sehari sebelum pecahnya tragedi tersebut Mayjen Soeharto menginspeksi pasukan ini. Di sini sejarah tidak akan pernah lempang. Apalagi ia dapat menjadi aib bagi bangsa yang memuja demokrasi dan hak asasi manusia. Negara adidaya seperti AS seyogyanya minta maaf kepada keluarga Bung Karno dan jutaan keluarga PKI. Bukan dengan menggelapkan fakta masa silam.
Seperti kerap dilakukannya pada negara lain, AS selayaknya pula memberi kompensasi bagi keluarga korban yang terkait dengan G30S. Bukan dengan mendorong militer dan elite politik Indonesia mengintimidasi rakyat yang sudah menderita 32 tahun di bawah Orde Baru, dengan cara meniupkan bahaya laten PKI.Atau sebaliknya, AS menyeret pelakunya-entah itu di Indonesia atau di negeri Paman Sam-ke Makamah Internasional.


Orde Baru Sebagai Boneka International Gangster Capitalism

Apakah orde baru adalah pemerintahan boneka buatan Amerika? Inilah pertanyaan yang muncul di benak saya ketika membaca buku yang ditulis oleh Geoff Simons berjudul Indonesia: The Long Oppression. (London: MacMillan/N.Y.: St. Martin, July 2000).

Sebagian besar dari uraian Simon tentang kekejaman regim militer dalam masa pemerintahan otoriter orde baru dalam buku setebal 304 halaman itu, bukanlah hal baru bagi masyarakat kita, yang secara dekat mengamati dan mengalami kekejaman system pemerintahan orde baru.

Sebagaimana terungkap dengan sangat jelas pada judul buku itu, uraian Simons membangkitkan kesadaran dunia internasional pada umumnya dan warga Indonesia pada khusunya akan sebuah bangsa yang membangun sejarahnya lewat suatu opresi yang sangat panjang. Sejarah nasional mencatat bahwa sejak Portugis mendarat di bumi pertiwi pada abad ke 16 hingga kejatuhan Soeharto pada akhir abad ke 20 ini, masyarakat kita hidup dalam situasi terjajah dari kekuatan opresif yang satu ke kekuatan opresif yang lain, dari kesadisan kolonialisme asing ke kesadisan kediktatoran penguasa bangsa sendiri (orde baru).

Orde baru memulai kekuasaannya dengan darah, menerapkan system kediktatorannya dengan darah, dan mengakhiri kekuasaannya juga dengan darah. Sampai pada akhirnya, orde baru menghantar kita pada babak baru sejarah yang Asvi Warman Adam (sejarahwan LIPI) sebut sebagai “sejarah korban” (Suara Pembaharuan, 3/11/2000).

Dibentengi oleh kekuatan penguasa asing, khususnya Amerika, Inggris, Australia dan Jepang, kelompok negara yang Simons sebut sebagai international gangster capitalism, penguasa orde baru terus menerapkan system opresi yang tak berperikemanusiaan atas rakyat bangsanya sendiri, demi interest imperialisme kooperatif gaya baru, yang beraksi atas nama agung “globalization”.

Menghadapi berbagai aksi opresi tak berperikemanusiaan selama masa pemerintahan orde baru, kelompok negara yang tergabung dalam international gangster capitalism itu berusaha untuk menghadirkan diri sebagai pahlawan yang ingin menyelamatkan bangsa Indonesia melalui kritikan serta berbagai ancaman embargo dan lain sebagainya. Tapi siapa harus mengeritik siapa?

Simons melukiskan bahwa Amerika, Inggris, Australia dan Jepang memainkan peran sentral dalam melahirkan figure yang tampil sebagai penguasa yang kejam selama masa pemerintahan orde baru. Lewat coup d’etat, Amerika telah menghantar Soeharto ke pucuk pimpinan orde baru. Amerika juga telah membesarkan ABRI yang setelah kejatuhan Soeharto dituduh sebagai kambing hitam atas semua aksi pemerkosaan nilai kemanusiaan di negara ini.

Simons menampilkan perspektif baru penemuan sejarah hasil penelitiannya sendiri untuk melengkapi sekaligus mempertegas kemiripan berbagai warna sejarah yang muncul sebelum dan sesudah kejatuhan orde baru. Sebelum kejatuhan Soeharto, transparansi sejarah orde baru sudah diungkapkan oleh beberapa ilmuwan asing.

Dalan artikel berjudul Lessons of the 1965 Indonesian Coup (1991), Terry Cavanagh melukiskan penemuan historis serupa. Cavanagh menulis, Kudeta berdarah di Indonesia merupakan hasil dari niat imperialisme AS untuk mendapatkan kontrol mutlak atas kekayaan alam dan sumber-sumber strategis dari kepulauan yang sering dinamakan 'Permata Asia' (jewel of Asia). Amerika yang sejak awal abad ke 20 telah menguasai eksploitasi minyak bumi (Caltex di Sumatera) dan karet di negeri ini, pasti tidak mau kehilangan interest ekonominya ketika PKI berhasil menguasai massa dan kaum buruh untuk berjuang melawan eksploitasi kaum borjuis asing (termasuk Amerika) yang pada waktu itu menguasai sebagian besar kekayaan alam di negari ini.

Amerika menyadari bahwa ancaman kekuatan massa terhadap interest ekonomi dan politiknya di bumi pertiwi ini hanya bisa dipatahkan dan dikuasai lewat pembentukan pemeritahan dictator yang dipimpin oleh kaum militer. Untuk itu bantuan finansial, penyediaan perlengkapan perang dan latihan bagi kaum militer Indonesia merupakan langkah konkrit Amerika untuk mempersiapkan apa yang kita kenal sebagai peristiwa penganyangan PKI. Cavanagh menulis, Kudeta di Indonesia tanggal 1-2 Oktober 1965 adalah hasil dari sebuah operasi yang sudah lama direncanakan secara hati-hati oleh CIA dan komandan-komandan militer TNI yang dilatih oleh AS.

Tentu saja keberhasilan Soeharto dan pasukannya menjalankan amanat CIA untuk melaksanakan holocaust pada tahun 1965, serta memulai babak baru pemerintahan dictator orde baru merupakan kemenangan bagi Amerika untuk menguasai eksploitasi kekayaan alam di negari ini. Cavanagh membenarkan kenyataan ini dengan melukiskan bahwa setelah kudeta 1965, kegunaan kediktatoran Soeharto bagi kepentingan imperialisme AS telah tergaris bawahi dalam laporan Departemen Luar Negeri AS ke Konggres AS pada tahun 1975.

Sementara itu, berdasarkan dokumen CIA dan wawancara langsung dengan para diplomat Amerika, khususnya Marshal Green, duta besar Amerika yang sangat berpengaruh selama masa penganyangan PKI, Mike Head, dalam artikelnya berjudul US Orchestrated Suharto 1965-66 Slaughter in Indonesia , - artikel yang dibagi atas tiga bagian dan dipublikasikan oleh World Socialist Web Site (WSWS edisi 19, 20 da 21 July 1999), - secara tranparant melukiskan keterlibatan diplomat Amerika dan CIA (agen rahasia Amerika), dalam keseluruhan proses penganyangan PKI and perencanaan pembentukan pemerintahan militer dibawah komando Soeharto.

Warna baru penulisan sejarah dari para ilmuwan sejarah asing ini tentu saja bukanlah sesuatu yang begitu mudah untuk segera dipercaya oleh nurani polos anak bangsa yang selama 32 tahun diindroktinasikan oleh kebenaran sejarah ala orde baru. Selama 32 tahun, kita telah diyakinkan bahwa penguasa orde baru adalah pahlawan yang telah menyelamatkan bangsa ini dari pengaruh komunis.

Tapi situasi politik setelah kejatuhan orde baru menunjukkan indikasi yang sangat kontras. Kenyataan yang ada memperlihatkan bahwa fugur-figur yang sekian lama dianggap sebagai pahlawan dan penyelamat bangsa, kini tidak lebih dari cuma seorang pengkianat bangsa. Penyembahan atas kesakralannya berubah menjadi caci-maki atas pengkianatannya.

Dengan meragukan sejarah nasional versi orde baru dan mengungkapkan transparansi sejarah versi baru, Simons, Mike dan Cavanangh menantang kita untuk secara kritis meninjau kembali kebenaran sejarah nasional dan melihat siapa melakukan apa kepada siapa dalam sejarah bangsa kita. Karena sebuah bangsa yang kuat dan reformasi yang sesungguhnya tidak akan bertahan kalau dibangun di atas kepalsuan sejarah.

Karena itu, kebenaran sejarah nasional harus ditulis kembali oleh anak-anak negeri ini. Karena mengungkapkan kebenaran sejarah adalah bagian utama dari proses reformasi itu sendiri. Kalau kebenaran sejarah tidak diungkapkan, maka selalu ada kemungkinan bahwa kita akan kembali ke tapak sejarah yang sama. Berpedoman pada sejarah nasional yang kabur, seorang pengkianatpun bisa dimitoskan sebagai seorang pahlawan.

Tentu saja, usaha untuk mengungkapkan kebenaran sejarah yang sesungguhnya bukan hal yang sangat mudah. Tapi harus disadari bahwa pemalsuan sejarah oleh penguasa yang otoriter bukanlah pengalaman historis yang secara eksklusif hanya terjadi dalam sejarah bangsa kita. Kalau kita mau memberikan sebuah contoh, sejarah Jepang di bawah Kaisar Showa bisa diangkat sebagai suatu perbandingan.

Di bawah kaisar Showa Jepang juga mengalami situasi represif yang mirip dengan situasi opresif seperti yang kita alami di bawah pemerintah orde baru. Selama Kaiser Showa masih menduduki kursi kekaiseran di Jepang, tidak ada orang yang berani mengungkapkan kebenaran sejarah sekitar tragedy perang yang diprakarsai oleh kaisar Showa selama perang dunia II di Asia dari tahun 1931 sampai tahun 1945. Malah setelah kematian kaisar Showa, Jepang membutuhkan 11 tahun lamanya untuk mengungkapkan kebenaran yang sesungguhnya dari aksi kesadisan sejarah dan mental kolonial Kaisar Showa terhadap bangsa-bangsa di Asia.

Di tengah krisis masa transisi, dimana bangsa berjalan di atas hukum yang borok dan dikomando oleh pemimpin yang membingungkan dan lemah kredibilitasnya, agak sulit bagi kita untuk menentukan secara pasti berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menulis kembali kebenaran sejarah bangsa ini. Tapi kesadaran bahwa sejarah ala orde baru adalah sejarah yang rapuh, palsu dan eksploitatif, harus menjadi awal yang memotivasi kita untuk segera menulis kembali sejarah bangsa dan membangun konstruksi sejarah yang benar dan kukuh bagi generasi mendatang.

Karena itu, warna baru dari transparansi sejarah orde baru yang kini ramai diungkapkan baik oleh sejarahwan dalam negeri maupun luar negeri, sebenarnya harus ditanggapi sebagai suara-suara kritis yang mengundang setiap manusia di negeri ini untuk membebaskan diri dari sikap terpaku pada kebanggaan hampa dan kekaguman murah atas kesadisan drama politik yang diperagakan oleh international gangster capitalism,yang telah mengunakan kediktatoran orde baru untuk mengembangkan imperialisme kooperatif gaya baru dan mengeksploitasi kekayaan alam di bumi berlabel Jewel of Asia ini. Suara ingin merdeka yang terus diperdengarkan hingga saat ini di Aceh and Irian jaya mungkin harus dipahami sebagai reaksi ingin merdeka dari penerapan sistem imperialisme kooperatif yang memeras rakyat dan mengeksloitasi kekayaan alam di daerah itu.

Dalam konteks kedasadaran ini, reformasi, khususnya reformasi historis, harus menjadi awal dari usaha kita untuk membuktikan kepada dunia internasional bahwa bangsa kita bukan cuma boneka berlabel permata Asia (jewel of Asia). Inilah PR yang harus kita jinjing bersama untuk mengarungi arus dasyat globalisasi abad ke 21.

(Steven Mere, Mahasiswa Universitas Nanzan, Nagoya, Jepang) 1

selalu berfikir positif...

berfikir positif, dan semuanya akan baik-baik saja..

kemeja hijau ala hongkong boy..

Salah pilih kostum hari ini, bahan yg menyerap keringat membuat baju menjadi kecil..dengan badan yg sudah membesar serta tuntutan perut yg tidak dapat dikompromikan, membuat hari ini benar2 menyiksa untuk duduk berlama-lama..hiks!
 
Support : Creating Website | Arie Armend | dMEAD Campur
Copyright © 2011. everything and anything - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Arie Armend
Proudly powered by Premium Blogger Template